Klasifikasi Burung Puyuh - Dwi Sulistiyo

Thursday, October 4, 2018

Klasifikasi Burung Puyuh

Burung puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang jauh, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek, dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga gemak (jawa) atau quail (asing), merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat tahun 1870 dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Di Indonesia burung puyuh mulai dikenal dan diternakkan sejak akhir 1979.

Klasifikasi Burung Puyuh


Kingdom
Filum
Kelas              
:
:
:
 Animalia
Chordata
Aves (Bangsa burung)
Ordo               
:
Galiformes
Sub Ordo
:
Phasianoidae
Family             
:
Phasianidae
Sub Family 
:
Phasianidae
Genus             
:
Coturnix
Spesies           
:
Coturnix coturnix (Lineasus 17), Coturnix japonica, Coturnix coromondelica, Coturnix chinensis

Keunggulan Ternak Burung Puyuh

  • Modal kecil
  • Dipelihara dalam lingkungan rumah tangga
  • Waktu pemeliharaan pendek
  • Resisten terhadap penyakit
  • Produksi daging dan telur tinggi

Manfaat Beternak Burung Puyuh

  1. Dapat dijadikan usaha sampingan
  2. Sebagai sumber gizi yang sangat baik dan bercitarasa lezat
  3. Limbah kotorannya kaya protein
  4. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau parabot rumah tangga lainnya

Perbedaan Susunan Protein dan Lemak Dari Berbagai Telur Unggas


  Jenis Unggas
Protein (%)
Lemak (%)
  Ayam Ras
12,7
11,3
  Ayam Buras
13,4
10,3
  Itik
13,3
14,5
  Angsa
13,9
13,3
  Merpati
13,8
12,0
  Kalkun
13,1
11,8
  Burung Puyuh
13,1
11,1

Sifat-sifat Reproduksi

  • Umur produksi 50 hari
  • Lama berproduksi/periode bertelur 9-12 bulan
  • Lama inkubasi telur 16-18 hari
  • Produksi telur 250-300 butir/tahun
Sentral Peternakan Burung Puyuh: Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

No comments:

Mohon untuk menggunakan kata yang tidak menyinggung unsur SARA. Dan juga tidak menggunakan unsur Phornography. Terima kasih telah mengikuti aturan dalam website ini.

Terima Kasih
Dwi Sulistiyo

@sulistiyo_27