LAPORAN PRAKTIKUM: IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK - Dwi Sulistiyo

Thursday, October 25, 2018

LAPORAN PRAKTIKUM: IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA UMUM




Disusun Oleh:
Nama                             : Dwi Sulistiyo
NPM                              : E1C016061
Prodi                              : Peternakan
Kelompok                      : V(lima)
Hari/Jam                        : Selasa/14:00-15:40
Tanggal                          : 8 November 2016
Dosen                            : 1.  Drs. Syafnil, M.Si
                                         2.  Dra. Devi Silsia, M.Si
Ko-Ass                          : 1.  Andi Kardo Samosir / E1G012034
                                         2.  Andika Putra / E1G013034
Objek Praktikum           : IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK


LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2 0 1 6

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Senyawa organik merupakan senyawa yang sudah dikenal lama dalam kehidupan manusia. Sejak dahulu, mesir kuno telah menggunakan pewarna indigo dan alizarin untuk mewarnai kain. Mereka juga telah mampu mengawetkan mayat (mumi) menggunakan formalin. Di tempat lain, orang-orang Phoenix menggunakan warna “ungu kerajaan” yang diperoleh dari molusca sebagai bahan pewarna kain. Ilmu kimia yang mempelajari senyawa-senyawa organik dinamakan kimia organik. Sebagai ilmu tersendiri, kimia organik baru berkembang sejak sekitar 200 tahun yang lalu. 
Kimia organik adalah studi ilmiah mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik.  Senyawa organik dibangun oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Beberapa senyawa organik seperti karbohidrat, protein, dan lemak merupakan komponen penting dalam biokimia.
 Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang. Sebutan kimia organik ini berasal dari kesalah pahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi dan tembaga, juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik maupun anorganik. Contoh lainnya adalah larutan HCl, larutan ini berperan besar dalam proses pencernaan makanan yang hampir seluruh organisme (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung ikatan antar karbon misalnya oksida, garam, asam, karbid, dan mineral. Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metan dan turunannya. 
Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak termasuk senyawa organik.  Pada tahun 1828, Friedrich Wohler mendapatkan bahwa senyawa organik urea (suatu komponen urin) dapat dibuat dengan menguapkan larutan yang berisi senyawa anorganik amonium sianat. 
Meskipun jelas bahwa senyawa organik tidak harus berasal dari sumber yang hidup (dapat dibuat dalam laboratorium), namun sampai sekarang kata ²organik² masih dipakai untuk menerangkan senyawa-senyawa karbon tersebut atau yang mirip dengannya.
Keistimewaan karbon dibanding unsur lain adalah mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan karbon lainnya membentuk rantai yang panjang atau cincin dari molekul karbon yang sederhana hingga molekul-molekul yang sangat besar dan kompleks.



1.2  Tujuan

Mahasiswa mampu mengidentifikasi senyawa organik (alkohol, fenol, aldehid, keton, dan asam karboksilat).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA



Senyawa organik adalah senyawa yang banyak mengandung unsur karbon dan unsur lainnya seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, dan fosfor dalam jumlah sedikit. (Riawan. 1998).
Langkah pertama untuk menentukan struktur suatu senyawa organik adalah menentukan rumus molekulnya. Sebelum menentukan rumus molekulnya terlebih dahulu temukan rumus empiris yaitu perbandingan relatif dari unsur-unsur penyusunnya. Untuk menentukan banyaknya karbon dan hidrogen dilakukan dengan mengoksidasi senyawa organik tersebut dan kemudian zat hasil oksidasi tersebut diselidiki. Alkana yaitu senyawa non polar sehingga gaya tarik antara molekulnya lemah. Alkana mudah terlarut dalam zat-zat pelarut organik non polar (Respati,1986).
Senyawa organik menunjukan sifat kimia dan fisika yang sangat berbeda karena strukturnya berbeda. Beberapa diantaranya berwujud padat, sebagian berwujud cair, dan ada pula gas. Adda yang rasanya manis dan ada pula yang asam. Ada yang beracun, ada yang sangat penting untuk kehidupan. Untuk memahami berbagai sifat molekul organik perlu diketahui strukturnya. Tiga prinsip sederhana yang dapat memberikan pengertian dasar tentang struktur dan kimiawi molekul organik adalah:
1.     Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan ikatan hidrogen
2.     Atom karbon dapat membentuk ikatan  kovalen dengn atom karbon lain untuk membangun rantai karbon,
3.     Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan unsur lain, terutam oksigen, nitrogen, belerang, dan halogen.
(Antony C. Wilbraham & Michael S. Matta.2007).
Dalam senyawa organik unsur sering terjadi terjadi bersama dengan karbon dan hidrogen adalah oksigen, nitrogen, sulfur, klor, brom, dan iodin. Deteksi unsur ini tergantung pada mereka untuk mengkonversi larut dalam air senyawa ionik dam penerapan tes khusus.Deteksi berbagai unsur hadir dalam senyawa organik yang disebut analisis kualitatif. Karbon dan hidrogen yang hadir di hampir semua senyawa organik. Unsur lainnya biasanya hadir dalam senyawa organik adalah oksigen, nitrogen, halogen, silfur, dan kadang-kadang fosfor.( Faizar Farid.2013).
Senyawa karbon atau yang biasa dikenal dengan senyawa organik adalah suatu senyawa yang unsur-unsur penyusunnya terdiri dari atom karbon dan atom-atom hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, halogen, atau fosfor (Riswiyanto, 2009).




BAB III
METODOLOGI



3.1  Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah :
AlatBahan
Botol Semprot Sample
Gelas Piala 2,4-dinitrofenil hidrazin
Gelas Ukur FeCl3
Pipet Tetes Asam kromat
Erlenmeyer Etanol 95%
Tabung Reaksi + Rak NaOH 10%
Penjepit Tabung Reaksi Ammonium hidroksida encer
Pipet Volume 5ml Aseton
Batang Pengaduk Aquadest


3.2  Prosedur Kerja
3.2.1        Test FeCl3 (Test karakteristik untuk Fenol)
Menyiapkan tabung reaksi, lalu memasukkan fenol sebanyak 20 tetes. Kemudian menambahkan 5 tetes larutan FeCl3 dan mengocoknya. Mengamati perubahan warna yang terbentuk.
3.2.2        Test FeCl3 (Test karakteristik untuk Etanol)
Menyiapkan tabung reaksi, lalu memasukkan Etanol sebanyak 20 tetes. Kemudian menambahkan 5 tetes larutan FeCl3 dan mengocoknya. Mengamati perubahan warna yang terbentuk.



BAB IV
HASIL PENGAMATAN

No
Sampel
Percobaan
Hasil Pengamatan
Keterangan
1
Fenol
Test FeCl3
Warna akhir yang didapat adalah warna hitam agak transparan
+
2
Etanol
Test FeCl3
Warna akhir yang didapat adalah warna kuning keemasan
-




BAB V
PEMBAHASAN

Pada percobaan pertama yaitu test FeCl3 dengan menggunakan larutan Fenol, hasil yang saya dapat adalah larutan menjadi berwarna kehitam-hitaman agak transparan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa test tersebut Positif. Hal ini didasarkan pada “Fenol adalah senyawa turunan benzena yang salah satu atom hidrogennya tersubstitusi oleh gugus hidroksi (-OH). Dengan demikian fenol mempunyai rumus molekul C6H5OH. Walaupun mempunyai gugus fungsi alkohol, sifat fenol berbeda dengan alkohol. Fenol mempunyai gugus hidroksi yang terikat pada karbon tak jenuh. Fenol mempunyai keasaman yang tinggi karena cincin aromatik yang bergandengan kuat dengan oksigen dan cenderung memutuskan ikatan antara oksigen dan hidrogen.”
Pada percobaan kedua adalah test FeCl3 dengan menggunakan larutan Etanol. Hasil yang saya dapatkan warna larutan menjadi kuning keemasan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa test tersebut Negatif.
Fenol banyak digunakan untuk pembuatan bisfenol-A dengan mereaksikannya dengan aseton. Selain itu, fenol juga berpotensi sebagai desinfektan. Dalam bidang farmasi, fenol banyak digunakan untuk membuat beberapa jenis obat, di antaranya obat faringitis (Raditno, 1999).






BAB VI

PENUTUP

6.1  Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, kami dapat melakukan identifikasi senyawa organik, Dalam mengidentifikasi senyawa organik, ada dua cara. Yang pertama menggunakan tes kelarutan, sedangkan yang kedua menggunakan tes karakteristik. Tes kelarutan yaitu menguji apakah alkoho, fenol, aldehid, keton, dan asam karboksilat dapat larut dalam air atau NaOH ataupun yang lainnya. Sedangkan pada tes karakteristik yaitu menambahkan larutan pereaksi tertentu. Tes yang saya lakukan antara lain pertama melakukan tes karakteristik fenol dengan menggunakan larutan FeCl3, hasil yang saya dapatkan adalah Positif. Percobaan yang kedua adalah tes karakteristik etanol dengan menggunakan larutan FeCl3, hasil yang saya dapatkan adalah Negatif.
6.2  Saran
Sebaiknya praktikan harus mendengarkan dulu tata cara dalam melakukan praktikum agar tidak terjadi kesalahan. Alat yang dipergunakan sebaiknya yang steril, karena juga akan memepengaruhi hasil yang didapat.


DAFTAR PUSTAKA


C. Willbraham, Antoni dan M.S. Matta. 2007. Kimia Organik. Bandung : ITB
Fessenden, Ralph J, dan Fessenden, Joan S. 1997. Dasar-dasatr Kimia Organik. Bina Aksara.
Hart, Harold. 1987. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat Edisi Keenam. Jakarta. Erlangga.
Kuntoro. 2014. Hidrokarbon. Yogyakarta: Graha.
Laboratorium Teknologi Pertanian. 2016. Penuntun Praktikum Kimia. Bengkulu. Universitas Negeri Bengkulu.
Laminar. 2007. Kimia Senyawa Organik. Jakarta: Erlangga
Oxtoby, David, dkk. 1998. Kimia Modern Edisi Keempat. Jakarta. Erlangga.
Respati. 1986. Pengantar Kimia Organik. Jilid I. Jakarta: Aksara Baru
Riawan,S. 1998.Kimia Organik.Jakarta:Binarupa Aksara
Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga
Siswoyo.2009. Kimia jilid V. Jakarta: Erlangga

Klik View Dibawah ini untuk melihat Versi Dokumennya:
https://drive.google.com/file/d/1nDZ0mjSKTcf1DfBIicQtzS3J0ZHJwMWq/view?usp=sharing

No comments:

Mohon untuk menggunakan kata yang tidak menyinggung unsur SARA. Dan juga tidak menggunakan unsur Phornography. Terima kasih telah mengikuti aturan dalam website ini.

Terima Kasih
Dwi Sulistiyo

@sulistiyo_27