LAPORAN PRAKTIKUM: UJI MOLEKUL KIMIA HAYATI - Dwi Sulistiyo

Tuesday, November 6, 2018

LAPORAN PRAKTIKUM: UJI MOLEKUL KIMIA HAYATI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA UMUM



Disusun Oleh:
Nama                    : Dwi Sulistiyo
NPM                    : E1C016061
Prodi                    : Peternakan
Kelompok                        : V(lima)
Hari/Jam               : Selasa/14:00-15:40
Tanggal                : 15 November 2016
Dosen                   : 1.  Drs. Syafnil, M.Si
                               2.  Dra. Devi Silsia, M.Si
Ko-Ass                 : 1.  Andi Kardo Samosir / E1G012034
                               2.  Andika Putra / E1G013034
Objek Praktikum  : UJI MOLEKUL KIMIA HAYATI

LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2 0 1 6


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam pratikum kali ini, kita akan membahas atau menguji molekul kimia hayati. Bidang karbohidrat ini sangat luas dan dapat disederhanakan melalui pengelompokannya kedalam tiga golongan yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida.semua monosakarida dan disakaridaserta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organik.
Ada beberapa reaksi yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat. Kebanyakan reaksi pengenalan karbohidrat dilakukan dengan adanya larutan pekat dari asam kuat. Asam ini menyebabkan terjadinya hidroiisis dan asam kuat juga dapat bereaksi dengan larutan yang mengandung monosakarida menghasilkan furfural dan turunanya.
Molekul hayati menempati kedudukan penting dalam metabolism. Kelompok besar molekul hayati meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat yang sangat luas seperti itu dapat disederhanakan melalui pengelompokannya dalam tiga golongan monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Semua monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam perlarut organik. Seperti kebanyakan alkohol, karbohidrat menjalani reaksi dehidrasi dengan asam sulfat pekat. Fentosa menghasilkan furfural, sedangkan ketoheksa dan adoheksa menghasilkan metilfurfural.
Didalam dunia hayati kita mengenal berbagai jenis karbohidrat, baik yang berfungsi sebagai pembangun  struktur maupun yang berperan fungsional dalam proses metabilisme. Berbagai uji telah dikembangkan untuk analisis baik kualitatif maupun kuantitatif terhadap keberadaan karbohidrat. Mulai dari yang membedakan karbohidrat dari senyawa lain sampai pada yang mampu membedakan jenis-jenis karbohidrat secara spesifik.
Produk-produk dehidrasi dari karbohidrat bereaksi dengan α-naftol memeberikan senyawa berwarna. Semua monosakrida dan disakarida mereduksi bahan  pengoksida lemak Cu2+ dalam reagen fehling. Karbohidrat ini disebut gula pereduksi. Agar  berfungsi sebagai gula pereduksi hemiasetal yang dapat membuka menjadi aldehida. Istilah lipid digunakan untuk suatu air tetapi larut dalam pelarut organik. Komponen lain yang termasuk lipid adalah lemak dan minyak, perbedaan keduanya adalah dalam bentuk fisik  padat atau semipadat dan minyak merupakan lipid dalam keadaan fisis cair pada suhu kamar.
Sedangkan protein adalah senyawa terpenting penyusun sel hidup atau senyawa polipeptida yang dihasilkan dari polimerisasi asam-asam amino, senyawa ini terdapat dalam semua jaringan hidup baik hidup maupun hewan. Fungsi biologis protein sangat beragam, antara lain sebagai pengatur, pembangun, pertahanan dan sebagai sember energi. Struktur molekul protein tersusun dari asam-asam amino yang bergabung satu sama lain melalui ikatan peptide.

1.2  Tujuan
  1. Menganalisis sifat fisis dan kimia molekul karbohidrat dan protein.
  2. Menghubungkan reaksi karbohidrat dan strukturnya. 
  3. Melakukan uji sederhana terhadap molekul hayati.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh manusia, hewan dan tumbuhan di samping lemak dan protein. Senyawa ini dalam jaringan merupakan cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang, dan biji sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak, dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Sirajuddin, 2011).
Karbohidrat adalah senyawa-senyawa aldehid atau keton dengan banyak gugus hidroksil. Senyawa- senyawa ini banyak menyusun sebagian besar bahan organik di dunia karena peran multipel nya dalam semua bentuk kehidupan. Pertama, karbohidrat bertindak sebagai sumber energi, bahan bakar dan zat antara metabolisme. Pati pada tumbuhan dan glikogen pada binatang adalah polisakarida yang dapat dengan cepat dimobilisasi untuk menghasilkan glukosa bahan bakar utama untuk membuntuk energi. (Stryer, 1996).
Karbohidrat dalah kelompok senyawa yang mengandung unsur C,H, dan O.senywa-senyawa karbohidrat memiliki sifat pereduksi karena adanya gugus karbonil (-CO-) dalam bentuk aldehid (RCHO) atau keton ( R-CO-R’). Senyawa ini juga banyak memiliki gugus hidroksil (-OH) karena itu nkarbohidrat merupakan polihidroksi aldehid atau polihidrosi keton, atau turunan senyawa- senyawa tersebut. (Ngili, 2010).
Senyawa karbohidrat yang memiliki 3 hingga sembilan atom karbon disebut monosakarida. Gabungan senyawa-senyawa monosakarida akan terbentuk senyawa karbohidrat yang lebih besar ikatan penghubung antara dua buah monosakarida disebut ikatan glikosida.dalam disakarida, terdapat satu ikatan glikolisis yang menghubungkan dua monosakarida. Sedangkan dalam trisakarida terdapat dua ikatan glikosida yang menghubungkan tiga buah monosakarida disebut oligosakarida, sedangkan yang memiliki banyak unit monosakarida disebut polisakarida. (Ngili, 2010).
Karbohidrat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu, Monosakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari satu molekul, Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua molekul monosakarida, sedangkan Polisakarida adalah karbohidrat tersusun dari banyak molekul monosakarida ( Akhiril,1985 ).
Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang diperlukan oleh tubuh manusia.Manusia yang aktif memerlukan banyak karbohidrat, namun kelebihan karbohidrat akan disimpan sebagai glikogen dan asam lemak (Riawan, 1998).
Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lemak menjadi lain (Purba, 1997).
Monosakarida dibedakan menurut jumlah atom C yang ada, yaitu triosa, tetraosa, pentosa, heksosa. Monosakarida menurut gugus fungsi karbonil nya dibedakan menjadi dua, yaitu yang mengandung aldehid dan yang mengandung keton ( Nurhadi, 2003 ).
Ada tiga polisakarida yang banyak dikenal diantaranya pati atau amilum merupakan polimer dari glukosa, selulosa yang terdapat ditumbuh-tumbuhan,dan glikogen yang banyak terdapat dalam hati ( Mulyo,1981 ).



BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan 
 Alat yang digunakan:
1.      Pipet Tetes
2.      Tabung Reaksi + Rak
3.      Kompor listrik / Kompor gas

Bahan yang digunakan:
1.      Glukosa 2%
2.      Fruktosa 2%
3.      Sukrosa (Gula Tebu) 2%
4.      Larutan Kanji (amilum) 2%
5.      Madu 50%
6.      Reagen Molisch
7.      Larutan Fehling
8.      NaOH 10M
9.      CuSO4 0,05 M
10.  Pereaksi Millon
11.  Pereaksi Ninhidrin



3.2Cara Kerja
3.2.1        Uji Karbohidrat
3.2.1.1  Uji Molisch
1.      Menyiapkan 5 buah tabung reaksi dalam keadaan bersih dan kering
2.      Memasukkan kedalam tebung reaksi masing-masing :
a.       Tabung I       : 2 ml glukosa 2%
b.      Tabung II      : 2 ml fruktosa 2%
c.       Tabung III    : 2 ml sukrosa (gula tebu) 2%
d.      Tabung IV    : 2 ml Larutan kanji (amilum) 2%
e.       Tabung V      : 2 ml madu 50%
3.      Memasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi 2 tetes reagen Molisch (10% α-naftol dalam etanol).
4.      Selanjutnya, memasukkan dengan hati-hati 2 ml H2SO4 melalui dinding tabung reaksi, sehingga terbentuk suatu lapisan dalam tabung reaksi.
5.      Mengamati perubahan yang terjadi.

3.2.1.2  Uji Fehling
1.      Mengambil 1 buah tabung reaksi, mengisinya dengan air suling.
2.      Menambahkan 1 ml larutan Fehling A dan 1 ml Fehling B kedalam tabung reaksi yang lain.
3.      Mencampurkan tabung reaksi nomer 1 dan nomer 2.
4.      Membagi larutan nomer 3 menjadi 3 bagian (dalam tabung reaksi).
5.      Selanjutnya, menambahkan masing-masing ke dalam tabung reaksi:
a.       Tabung I       : 2 ml glukosa 10%
b.      Tabung II      : 2 ml sukrosa 10%
c.       Tabung III    : 2 ml amilum 2%
6.      Memanaskan ketiga tabung reaksi diatas pemanas air dengan suhu sekitar 60­­0C, selama 10 menit.
7.      Mengamati perubahan warna yang terjadi.
8.      Menentukan karbohidrat yang mengandung gula pereduksi.

3.2.2        Uji Protein dan Asam Amino
3.2.2.1  Reaksi Biuret
1.      Menyiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih.
2.      Selanjutnya, memasukkan masing-masing kedalam tabung reaksi :
a.       Tabung I       : 2 ml putih telur + 5 tetes CuSO4 0,05 M + 2 ml NaOH 10 M.
b.      Tabung II      : 2 ml larutan susu + 5 tetes CuSO4 0,05 M + 2 ml NaOH 10 M.
c.       Tabung III    : 2 ml ekstrak kaldu + 5 tetes CuSO4 0,05 M + 2 ml NaOH 10 M.
3.      Tabung IV    : 2 ml larutan ekstrak madu + 5 tetes CuSO4 0,05 M + 2 ml NaOH 10 M.
4.      Mengocok tabung reaksi I-IV, dan mengamati yang terjadi.
3.2.2.2  Reaksi Millon
1.      Menyiapkan 4 tabung reaksi yang kering dan bersih.
2.      Memasukkan kedalam tabung reaksi masing-masing:
a.       Tabung I       : 2 ml putih telur.
b.      Tabung II      : 2 ml larutan susu.
c.       Tabung III    : 2 ml ekstrak kaldu.
d.      Tabung IV    : 2 ml larutan ekstrak madu.
3.      Menambah 5 tetes pereaksi Millon kedalam masing-masing tabung reaksi.
4.      Memanaskan diatas penangas air selama 10 menit.
5.      Mendinginkan pada suhu kamar.
6.      Mengamati perubahan warna yang terjadi.
3.2.2.3  Reaksi Ninhidrin
1.      Menyiapkan 4 tabung reaksi yang bersih dan kering.
2.      Memasukkan kedalam tabung reaksi masing-masing:
a.       Tabung I       : 2 ml putih telur.
b.      Tabung II      : 2 ml larutan susu.
c.       Tabung III    : 2 ml ekstrak kaldu.
d.      Tabung IV    : 2 ml larutan ekstrak madu.
3.      Menambahkan 5 tetes pereaksi ninhidrin kedalam setiap tabung reaksi.
4.      Mendidihkan selama 2 menit.
5.      Mengamati perubahan warna yang terjadi.



BAB IV
HASIL PENGAMATAN

4.1  Uji Karbohidrat ( Uji Molisch dan Uji Fehling)


No Sampel / Contoh Hasil Pengamatan
Uji Molisch Uji Fehling
1 Glukosa Larutan jernih (hangat) Dari warna biru menjadi merah bata, larutan positif mengandung gula pereduksi
2 Fruktosa Warna kuning kecoklatan (hangat) -
3 Sukrosa Warna Kuning (hangat) Dari biru menjadi biru kehijauan
4 Amilum Warna putih keruh (hangat) Hijau keruh
5 Madu Dari putih menjadi hitam (hangat) -

Kesimpulan     :
  1. Pada uji molish, terjadi perubahan warna, dan terjadi perubahan suhu dari yang suhunya normal menjadi lebih panas (hangat). 
  2. Pada uji fehling dapat dilihat terjadinya perubahan warna setelah larutan dipanaskan ± 600 C. Yang positif mengandung gula pereduksi yaitu glukosa karena menghasilkan merah bata setelah dipanaskan.



4.2  Uji Protein dan Asam Amino

No Uji Susu Ekstrak Madu Ekstrak Kaldu Putih Telur
1 Biuret Warna ungu, terdapat endapan Tidak berubah warna, tidak ada endapan Kuning pucat menjadi kuning bening Putih + ungu + coklat, tidak ada endapan
2 Millon Warna bening keruh, ada endapan Warna putih keruh, ada endapan Warna kuning pucat, tidak ada endapan Warna bening, terdapat endapan
3 Ninhidrin Warna menjadi putih pekat, tidak ada endapan Warna tidak berubah, tidak ada endapan Warna kuning pucat menjadi kuning bening, tidak ada endapan Warna menjadi putih susu, tidak ada endapan

Kesimpulan :
1.      Tidak semua larutan mengalami pengendapan.
2.      Warna juga tidak semuanya berubah.



BAB V
PEMBAHASAN

Percobaan pertama yaitu pengujian karbohidrat dengan cara uji molisch. Pada 5 buah tabung reaksi yang masing masing ditambahkan beberapa jenis gula dan selanjutnya 2 tetes reagen Molisch 10% dan 2 ml H2SO4 melalui dinding tabung reaksi, pada akhir reaksi pengujian warna yang terjadi adalah tetap (putih) untuk sampel glukosa. Kemudian untuk sampel fruktosa hasil uji molisch adalah dari warna putih menjadi orange. Untuk uji sukrosa hasilnya dari warna putih menjadi merah muda. Selanjutnya uji terhadap Amilum diperoleh hasil warna putih juga. Dan pengujian terhadap madu, hasilnya berubah warna dari putih menjadi hitam. Untuk pengujian yang menunjukkan terjadinya perubahan warna adalah terhadap Fruktosa, Sukrosa dan Madu.
Percobaan yang kedua yaitu pengujian karbohidrat dengan cara uji Fehling. Dengan pereaksi ini dapat juga digunakan untuk mengetahui kandungan karbohidrat dalam suatu bahan. Pada pengujian ini yang menunjukkan warna itulah bahan yang  mengandung karbohidrat dalam ukuran tertentu. Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: Glukosa, Fruktosa, Sukrosa, Amilum dan Madu. Dan hasil yang didapatkan : yang pertama uji terhadap Glukosa, warnanya tidak berubah. Kedua uji terhadap Fruktosa, warnanya berubah menjadi Orange. Ketiga uji terhadap Sukrosa, warnanya berubah. Keempat uji terhadap amilum, tidak terjadi perubahan warna. Kelima uji terhadap Madu, warnanya berubah. Hal ini menunjukkan bahwa bahan yang mengandung karbohidrat adalah Fruktosa, Sukrosa, dan Madu.
Percobaan Uji Protein dan Asam Amino. Uji Protein digunakkan pereaksi Biuret dan Millon. Uji Asam Amino digunakan pereaksi Ninhidrin. Bahan makanan yang akan diuji dalam percobaan ini diantaranya: putih telur, larutan susu, ekstrak madu, dan ekstrak kaldu. Kriteria dalam pengujian ini yaitu: Pertama, bahan makanan yang mengandung protein adalah bila hasil warna menunjukan merah  dengan pereaksi Millon dan warna ungu dengan pereaksi Biuret. Kedua, bahan makanan yang mengandung Asam amino adalah bila hasil warna menunjukan warna biru diuji dengan pereaksi Ninhidrin. Berikut adalah hasil pengujiannya.
Percobaan ketiga yaitu uji protein dengan cara uji Biuret. Bahan makanan yang menunjukan terjadinya perubahan warna ungu adalah Larutan susu danputih telur. Sedangkan ekstrak madu dan ekstrak kaldu tidak menunjukan terjadinya perubahan warna ungu. Hal itu berarti kandungan protein terdapat pada bahan makanan putih telur dan larutan susu.
Percobaan keempat yaitu uji protein dengan cara uji Millon. Hasil dari pengujian ini adalah: Larutan susu berubah warnanya menjadi bening, dan terdapat endapan, Ekstrak madu berubah warna menjadi putih keruh, dan terdapat endapan, Ekstrak kaldu berubah warna menjadi kuning pucat dan tidak terdapat endapan, Putih telur berubah warna menjadi warna bening dan terdapat endapan. Pada pengujian dengan pereaksi ini tidak ada bahan makanan yang menunjukan terjadinya perubahan warna menjadi merah. Berarti pengujian protein  hanya dapat optimal bila diuji dengan pereaksi Biuret.
Percobaan kelima yaitu uji Asam Amino dengan cara uji Ninhidrin. Hasil yang didapatkan ialah: Larutan susu warnanya berubah menjadi putih pekat dan tidak terdapat endapan, Ekstrak madu warnanya tidak berubah dan tidak terdapat endapan, Ekstrak kaldu warnanya berubah menjadi kuning bening dan tidak ada endapan, Putih telur warnanya berubah menjadi putih susu dan tidak terdapat endapan. Pada pengujian dengan pereaksi ini ternyata tidak ada bahan makanan yang menunjukan terjadinya perubahan warna menjadi biru.



BAB VI
KESIMPULAN

6.1  Kesimpulan
1.      Bahan makan yang menunjukan adanya kandungan protein pada pengujian ini adalah putih telur dan larutan susu dengan menunjukan terjadinya perubahan warna ungu dengan pereaksi Biuret.
2.      Uji Karbohidrat yang menunjukan keberhasilan perubahan warna pada pengujisan ini adalah glukosa,fruktosa,amilum dengan pereaksi Fehling.
3.      Gula pereduksi diantaranya Monosakarida(kecuali Fruktosa)dan Disakarida (kecuali Sukrosa).

6.2  Saran
Untuk Praktikan
     Sebaiknya, sebelum melakukan pengujian mendengarkan dulu tata caranya yang telah dijelaskan oleh Ko-Ass. Dan juga harus teliti dengan yang sedang diamati, karena ketelitian juga mempengaruhi hasil pengamatan. Setelah proses pengamatan selesai, sebaiknya alat-alat yang dipergunakan dikembalikan dan juga dicuci dengan bersih, agar terjaga kebersihan di Laboratorium dan juga tercipta suasana nyaman dalam praktikum.
Untuk Ko-Ass
     Sebaiknya dijelaskan secara terperinci cara-cara dalam melaksanakan praktikum, agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan praktikum.



DAFTAR PUSTAKA

Bohinsky. 1973. Dasar-Dasar Biokimia. Penerjemah Thenawijaya M. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari:Principles Of  Biochemistry.
Hawab. 2004. Atlas Berwarna dan Teks Biokimia. Penerjemah Wanandi SI. Jakarta: Hipokrates. Terjemahan dari: Color Atlas Of Biochemistry.
Laboratorium Teknologi Pertanian. 2016. Penuntun Praktikum Kimia. Bengkulu. Universitas Negeri Bengkulu.
Library USU. 2007. Uji Karbohidrat. Medan: MIPA USU.
Purba, Michael. 1997. Ilmu Kimia. Jakarta: Erlangga
Riawan,S. 1998. Kimia Organik. Jakarta: Binarupa Aksara
Stryer. 1996. Biokimia. Jakarta: CGI kedokteran.
Yazid. 2006. Kimia Organik. Penerjemah; Achmadi S. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Organic Chemistry.


Klik View / download di bawah ini untuk melihat Versi Dokument nya:
view/ujimolekulkimiahayatidownload/ujimolekulkimiahayati
 

No comments:

Mohon untuk menggunakan kata yang tidak menyinggung unsur SARA. Dan juga tidak menggunakan unsur Phornography. Terima kasih telah mengikuti aturan dalam website ini.

Terima Kasih
Dwi Sulistiyo

@sulistiyo_27