LAPORAN PRAKTIKUM : BAHAN MAKANAN TERNAK DAN FORMULASI RANSUM - Dwi Sulistiyo

Rabu, 08 Mei 2019

LAPORAN PRAKTIKUM : BAHAN MAKANAN TERNAK DAN FORMULASI RANSUM

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM
BAHAN PAKAN TERNAK DAN FORMULASI RANSUM


Oleh:

Nama
:
Dwi Sulistiyo
NPM
:
E1C016061
Kelas
:
A
Dosen Pembimbing
:
1.      Ir. Hidayat, M.Sc
2.      Ir. Tris Akbarillah
Asisten Dosen
:
1.      Afni Nur Rohmah
2.      Agung Dwi Mulyono
3.      Arintya Suci Pangesti
4.      Nurul Khotimah
5.      Syukri Halim Jatmiko

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktikum bahan makanan ternak dan formulasi ransum dengan baik dan lancar.
Laporan praktikum ini berjudul Bahan Makanan Ternak dan Formulasi Ransum. Laporan ini saya buat setelah melakukan praktikum di Lab Peternakan Jurusan Peternakan. Laporan ini saya buat dengan susunan sistematis dan berdasarkan hasil praktikum yang telah di lakukan.
Dalam pembuatan laporan  praktikum ini penulis mengucapkan  terimakasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan ini, terkhusnya kepada  :
1. Kepada Bapak Ir. Hidayat ,M.Sc Selaku dosen Matakuliah Bahan Makan Ternak.
2. Kepada Para Co ASS Praktikum Bahan Makan Ternak.
3. Seluruh peserta praktikum Bahan Makan Ternak,atas kerja samanya dalam menjalani Praktikum ini.
Meskipun telah disusun dengan cermat, tidak tertutup kemungkinan bahwa didalam laporan akhir bahan makanan ternak dan formulasi ransum ini masih terdapat sejumlah kekeliruan. Untuk itu segala kritik dan saran diperlukan demi terwujudnya laporan akhir praktikum bahan makanan ternak dan formulasi ransum yang lebih baik diwaktu mendatang.




Benkulu, 14 Mei 2018


Dwi Sulistiyo



DAFTAR ISI







BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bahan makanan ternak merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan dan kelangsungan populasi ternak dan Kebutuhan Makanan akan semakin banyak sesuai dengan bertambahnya jumlah populasi ternak.
Ternak membutuhkan pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan, perkembangan, sumber energi serta untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Nutrisi didapat dari mengkonsumsi bahan pakan. Bahan pakan didapat dari tanaman maupun hewan.
Maka dari itu perlu dilakukannya pengujian bahan makanan ternak, pengujian secara fisik dapat dilakukan dengan cara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan sifat dan karakteristik dari bahan pakan tersebut.
Pengujian kualitatif berdasarkan sifat fisik dilakukan dengan menggunakan indera tanpa alat bantu. Sifat fisik tersebut meliputi warna, kecemerlangan, bentuk, ukuran partikel, kekerasan, bau dan rasa.
Klasifikasi bahan pakan ternak, terdapat 5 jenis yaitu bahan pakan sumber energy, bahan pakan sumber protein, bahan pakan sumber mineral, bahan pakan sumber vitamin dan bahan pakan sebagai adiptif pakan. Pakan yang sering digunakan pada peternakan maupun suatu perusahaan yaitu hijauan dan konsentrat. Seperti yang kita ketahui bahwa konsentrat (pakan komersil) merupakan pakan ternak yang memiliki harga jual yang tinggi. Harga yang tinggi membuat para oknum tertentu membuat bahan pakan ternak dengan campuran bahan yang tidak layak dicampurkan kedalam bahan pakan ternak. Bahan pakan komersil dipalsukan dengan bahan pakan yang mirip dan murah. Akibat dari kegiatan oknum tertentu yaitu merugikan para peternak. Oleh karena itu perlu diperkenalkan pengetahuan tentang kualitas bahan pakan, ransum ternak yang berkualitas dan teknik penyusunan ransum.
Penyusunan ransum adalah susunan bahan pakan yang seimbang dan tepat untuk ternak, sehingga mencukupi kebutuhan nutrisi dalam satu hari. Perlu adanya metode penyusunan ransum yang tepat sehinga tercipta komposisi yang baik dan benar. Bila nutrisi ternak tercapai dengan baik, otomatis produktivitas akan baik pula.

1.2  Tujuan Praktikum

1.      Untuk mengetahui dan mengamati bahan pakan menggunakan pengujian pakan secara fisik.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis bahan pakan.
3.      Mahasiswa dapat menyusun formulasi ransum dengan metoda coba-coba.
4.      Mahasiswa dapat mengetahui dan bisa menyusun ransum dengan program LINDO.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengujian Pakan Secara Fisik

Bahan makan ternak adalah suatu bahan yang dapat dimakan oleh hewan yang mengandung energi dan zat gizi (atau keduanya) di dalam makanan tersebut. Sedangkan pengertian bahan pakan yang lebih lengkap, yaitu segala sesuatu yang dapat dimakan hewan (ternak) yang mengandung unsure gizi dan atau energy yang tercerna sebagian atau seluruhnya. Bahan makanan ternak yang diberikan ternak dengan tanpa mengganggu kesehatan hewan yang bersangkutan (Sutardi dkk, 2002).
Kontrol kualitas dalam produksi pakan sangat penting dalam keberhasilan dan keuntungan suatu usaha peternakan. Tidak ada faktor lain, baik langsung maupun tidaklangsung dalam kaitannya dengan performa ternak, bahwa pengujian kualitas pakan memerlukan perhatian dan pelaksanaan yang serius. Setiap bahan baku pakan mempunyai kandungan nutrien dan deskripsi tertentu. Sifat-sifat tersebut akan berubah karena adanya pengaruh tertentu, misalnya perlakuan, dan penambahan bahan lain, bahkan karena penyimpanan. Secara umum, bahan baku pakan dinyatakan baik secara fisik apabila apabila memenuhi bebrapa criteria, antara lain kering (kadar air <12% sampai 14%), bebas kutu atau insekta lain, tidak pecah atau rusak (utuh), bau atau rasa sesuai, penampilan luar tetap tidak berubah, dan tidak terdapat atau sedikit dijumpai bahan pemalsu. Beberapa bahan pemalsu yang paling sering digunakan adalah dedak padi halus, ekskreta ayam dan urea (bahan pemalsu yang mengandung nutrien) dan serbuk gergaji, tepung arang, pasir halus, dan batu bata giling (bahan pemalsu yang tidak mengandung nutrien (Agus, 2007).
Berdasarkan kandungan zat gizinya bahan pakan dapat dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu. Pakan sumber energi yaitu pakan yang mengandung protein kurang dari 20%, serat kasar kurang dari 18% dan kandungan dinding sel kurang dari 39%. Pakan sumber protein  yaitu pakan yang mengandung protein lebih dari 20%. Pakan sumber mineral. Pakan Sumber vitamin dan pakan tambahan/Feed aditif (Hasbullah, 2007).
Bahan pakan sumber mineral umumnya terdapat pada pakan berbutir dan hasil ikutannya serta hijauan. Pakan berbutir kaya akan unsur P, sedangkan hijauan kaya Ca, tetapi unsure P-nya kurang, kecuali hijauan jenis leguminosa. Tepung tulang kaya akan Ca dan P, sedangkan kapur (giling) merupakan sumber Ca yang paling bagus dan harganya pun murah (Sudarmono, 2008).
Ternak membutuhkan kandungan nutrisi yang lengkap berupa protein, energi, vitamin, mineral dan air untuk menunjang kebutuhan hidup pokok dan berproduksi. Semuanya ini dibutuhkan dalam jumlah yang seimbang dan tepat dalam makanan berupa ransum. Salah satu kandungan nutrisi  yaitu energi. Energi berasal dari karbohidrat dan lemak yang berada di dalam makanan yang dimakan ternak, dan protein pun bila diperlukan dapat dirombak menjadi energi. Tanpa energi memang sulit bagi hewan untuk melakukan segala aktivitas dan bergerak. Dengan alasan tersebut, maka kehidupan ternak banyak tergantung pada energi. Jika di dalam tubuh ternak kekurangan energi, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak di beberapa bagian tubuh. Apabila cadangan dalam bentuk lemak tidak mencukupi karena cadangan berupa lemak habis, maka proteinpun akan dirombak menjadi energi. Jika kondisi semacam ini terjadi secara berkepanjangan, maka ternak akan menderita sakit dan bahkan bisa menghadapi maut. Pakan sumber energi merupakan semua bahan pakan ternak yang mengandung serat kasar di bawah 18% dan protein kurang dari 20% (Fikar, 2010).
Formulasi ransum adalah upaya untuk mengkombinasikan berbagai macam bahan makananternak untuk memenuhi kebutuhan ternak akan zat makanan dengan meniminalkan biaya yang ditimbulkan akibat penyusunan ransum tersebut (Adnan, 2004).
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memformulasikan ransum adalah akseptabilitas ternak / penerimaan ternak, kecernaan, biaya, dan keberadaan anti nutrisi dan racun. Bahan makanan penyusun ransum dibedakan menjadi bahan makanan sumber energi (>3000 kkal/kg), bahan makanan sumber protein (>20%),lemak dan minyak, feed additivies, pemacu pertumbuhan dan enzymes (Lopez. G, 2004).
Metode yang digunakan untuk menyusun ransum ternak diantaranya adalah metode coba-coba atau trial and error method, metode persamaan simulat, metode matriks dan metode persamaan linear. Macam-macam metode tersebut pada prinsipnya sama, hanya teknis penghitungannya yang berbeda (Goffman. 2003).
Metoda Trial and Eror Method memiliki langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu memilih bahan pakan yang akan digunakandan menghitung berulang kali sampai mendapatkan hasil yang sesuai atau mendekati dengan apa yang dicari (Penuntun Praktikum BMT& FR, 2017).
Metode ini merupakan metoda yang diharapkan bisa menghitung atau menjawab jenis bahan pakan berdasarkan kebutuhan ternak dan mempertimbangkan kendala-kendala dalam penyusunan ransum. Perhitungan lebih komplek dan perhitungan menggunkan software (program) komputer. Program perangkat yang akan digunakan dalam praktikum adalah LINDO (Penuntun Praktikum BMT& FR, 2017).
Bahan pakan tertentu mengandung zat antikualitas dalam jumlah cukup tinggi sehingga dapat menghambat metabolisme ternak. Oleh sebab itu, dilakukannya kontrol kualitas bahan baku merupakan suatu cara untuk mencegah digunakan bahan baku yang memiliki kandungan nutrien yang rendah dan zat antikualitas yang tinggi dalam suatu proses produksi (Kurniawati, 2005).
Tepung Ikan merupakan bahan utama untu keseimbangan asam amino. Kandungan protein antara 60 – 70 % (impor) dan 45 – 55 % (lokal), tergantung pada : materi ikan, proses pengolahan, dan penyimpanan kandungan proteinnya sangat tergantung kepada jenis ikan yang digunakan, ikan laut akan lebih baik dibandingkan dengan ikan darat jika digunakan untuk membuat tepung ikan  Dapat mendukung bahan baku asal nabati. Harga per satuan beratnya relatif mahal sehingga bahan baku ini hanya digunakan sebesar 5-12% terhadap total komposisi (Lubis, 1953).
Dedak Jagung merupakan lapisan luar biji jagung, mencakup kulit dan ujung tudung dengan sedikit bagaian pati lembaganya. Kandungan protein tidak lebih banyak daripada jagungnya. Pemberian terlalu tinggi dapat menyebabkan ulkus lambung, karena kandungan kulit biji. Bila diberikan pada unggas, hasilnya kurang baik bila dibandingkan dengan biji jagung. Tetes atau Molases merupakan hasil ikutan pabrik gula kandungan protein rendah (3-4 %); kandungan energi tinggi dlaam bentuk mono dan disakarida banyak digunakan pada ternak ruminansia  selain sumber energi juga bermanfaat sebagai : penambah rasa, mengurangi sifat berdebu pakan, pellet binder, stimulus aktivitas mikroba, carrier NPN dan vitamin dalam suplemen betuk cairan. penggunaan pada ruminansia sampai 15 %, pada unggas &lt; 10 %. penggunaan berlebihan dapat memunculkan sifat laksatif (penyebab mencret) penggunaan berlebihan juga mempersulit prosesmixing. Kualitas tergantung mutu tebu dan proses pengolahannya.
Bungkil kelapa adalah bahan pakan tenak yang berasal dari sisa pembuatan minyak kelapa. Bahan pakan ini mengandung protein nabati dansangat potensial untuk meningkatkan kualitas karkas.Kandungan  nilai gizi bungkil kelapa dapat dilihat pada Tabel 8.Tabel 8. Kandungan nilai gizi bungkil kelapaKandungan Zat Kadar Zat Bahan kering (%) 84.40, Protein kasar (%) 21.00, TDN (%) 81.30, Serat kasar (%) 15.00, Lemak kasar (%) 1.80 (NRC, 2008).
Bungkil kedelai merupakan bahan makanan yanbg dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, meskipun bungkil kedelai tersebut sudah diambil minyaknya tetapi masih menyimpan protein nabati sebesar kurang lebih 40% (Rasyaf, 2001).
Bungkil Kedelai merupakan bahan baku dengan kandungan protein yang tinggi (43–51 %). Mempunyai pembatas nutrisi berupa rendahnya kandungan lisin dan metionin. Bahan ini lebih banyak digunakan pada ternak unggas dan babi. Merupakan bahan favorit pada formulasi ransum; pada ternak babi dapat mencapai penggunaan 93 % dan pada ternak ayam maksimal 45 % (Asmira, 2008).
Karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi utama. Zat karbohidrat ini bias berupa gula, pati atau serat kasar. Makanan berbutir dan ubi-ubian banyak mengandung gula dan pati. Hijauan merupakan sumber karbohidrat, apalagi makanan penguat seperti jagung dan sorghum (Sugeng, 2009).
Bekatul biasanya bercampur pecahan-pecahan halus dari menir dan lebih sedikit mengandung kulit dan selaput putih serta berwarna agak kecoklatan (Lubis, 1963). Bekatul mendekati analisa dedak lunteh, tetapi sedikit mengandung selaput putih dan bahan kulit. Susunan zat makanannya sebagai berikut : 15 % air; 14,5 % protein; 48,7 % BETN; 7,4 % serat kasar; 7,4 % lemak dan 7% abu, kadar protein dapat dicerna 10,8 %dan MP 70 % (Anggorodi, 1985).
Bekatul, diperoleh dari penumbukan atau penggilingan terakhir; merupakan bagian endosperm; selaput dan lembaga; kandungan PK mencapai 12 % dengan serat kasar ± 5%; mudah tengik; tidak mengandung kulit gabah.
Molases atau tetes tebu adalah hasil sampingan pengolahan tebu menjadigula. Bentuk fisiknya berupa cairan yang kental dan berwarna hitam. Kandungankarbohidrat, protein dan mineral protein cukup tinggi, sehingga bisa jugadigunakan untuk pakan ternak walaupun sifatnya hanya sebagai pendukung.Disamping harganya murah, kelebihan tetes tebu adalah terletak pada aroma danrasanya. Oleh karena itu apabila dicampur dalam ransum maka akan bisamemperbaiki aroma dan rasanya (Hasan danIshida, 1992) Kandungan Zat Kadar Zat Bahan kering (%) 67.50, Protein kasar (%) 3.50, TDN (%) 81.00 Serat kasar (%) 0.38, Lemak kasar (%) 0.08.
Feed supplemen mineral lainnya adalah bahan makanan yang memiliki zat mineral seperti bahan makanan yang terdapat dalam jenis makanan yang menyimpan unsur zat Mg (Magnesium) yaitu: jenis kacang- kacangan (Hartono, 1995). Salah satu jenis batu kapur yang disebut batu bintang ( watu lintang) adalah salah satu sumber mineral Ca yang baik yang sering digunakan di dalam ransum ternak. Batu kapur yang baik hampir murni tersusun dari kalsium karbonat (CaLO3) yang mengandung 36 sampai 38% Ca (Kamal, 1998).
Garam yang umum digunakan untuk bahan baku pakan adalah garam dapur berbentuk serbuk yang mengandung yodium sekitar 30-100 ppm. Garam dapur (NaCI) sering digunakan sebagai tambahan untuk mencukupi kebutuhan kedua mineral yang dikandungnya, yaitu natrium dan klor. Penggunaarmya dibatasi sampai 0,25% saja, karena jika berlebihan akan mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran cairan kotoran meningkat. Keadaan ini akan menyebabkan alas litter menjadi sangat lembab dan basah. Akibatnya, akan timbul gangguan penyakit bagi unggas yang dipelihara (NRC, 1995).

2.2  Formulasi Ransum

Trial and erroe method ( metode coba-coba)
Sesuai dengan namanya, dalam metoda ini ada langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
a. Memilih bahan pakan yang akan digunakan.
b. menghitung berulang kali sampai mendapatkan hasil yang sesuai atau mendekati dengan apa yang dicari

Pearson’s square
Pearson’s square merupakan metoda sederhana dan hanya dipakai untuk mencampur dua macam bahan yang berbeda kadarnya menjadi satu campuran yang menjadi kadar diantara kedua bahan yang dicampurkan. Jadi metoda ini hanya berlaku untuk satu macam zat gizi.
Exact method
Metoda ini lebih praktis digunakan untuk menyusun ransum ruminan, walaupun dapat pula digunakan untuk non ruminan. Sebagai contoh, ransum sapi dengan berat 200 kg untuk digemukkan. Langkah yang harus mengetahui adalah:
a. Kebutuhan gizinya.
b. Macam dan kandungan gizi bahan pakan yang akan dipakai.
c. Jumlah pakan hijauan untuk seluruh kebutuhan TDN.
d. Jumlah konsentrat untuk menggantikan sebagian dari pakan hijauan

Simultanenous equatin method
Metoda ini disebut juga dengan persamaan aljabar, karena ada dua hal yang dicari, misalnya PK dan ME, disamping menggunakan bahan pakan yang lebih dari dua macam. Cara pemakaiannya seperti contoh pada perhitungan harga bahan pakan berdasarkan kandungan zat gizinya.

Linear programming method (LINDO).
Metoda ini merupakan metoda yang diharapkan bisa menghitung atau menjawab jenis bahan pakan berdasarkan kebutuhan ternak dan mempertimbangkan kendala-kendala dalam penyusunan ransum. Perhitungannya lebih komplek dan biasanya perhitungan ini dengan menggunakan software (program) komputer. Program yang akan digunakan adalah program Lindo (DOS). Berikut adalah beberapa perintah yang digunakan dalam formulasi ransum dengan menggunakan Lindo.
-. MIN, minimize (digunakan untuk memerintahkan perhitungan penggunaan bahan pakan secara minimal).
-. ST, subject to.
-. EXT, extended (digunakan untuk menambah persamaan).
-. END, (digunakan untuk perintah selesai menambah persamaan).
-. DEL, delete (digunakan untuk menghapus persamaan).
-. ALTER (digunakan untuk merubah koefisien suatu variable dalam persamaan).
-. LOOK (digunakan untuk melihat persamaan yang telah dibuat.
-. ALL (untuk melihat semua persamaan dari baris persamaan ke).
-. GO (digunakan untuk memproses data).
-. SAVE (digunakan untuk menyimpan data persamaan yang telah dibuat).
-. QUIT (keluar dari program Lindo).
-. RETRIEVE (digunakan untuk memanggil file data yang pernah ada)




BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Pengujian Bahan Secara Fisik

Alat
Bahan
- Pena
- CMG
- Kertas
- Bungkil Kelapa
- Penggaris
- Bungkil Kedelai
- Kamera
- MBM

- Molase

- Jagung Halus

- Jagung Giling

- Jagung Pipil

- Susu Afkir

- Tepung Ikan

- Tepung Daun Lamtoro

- Garam

- Mineral

- Top Mix

- Tepung Tapioka

- Beras Merah

- Dedak Kasar

- Dedak Halus

- Pelet Sapi

- Pelet Kambing

- Pelet Babi

3.1.2 Formulasi Ransum

Alat
Bahan
- Buku Penuntun
- Software Microsoft Excel
- Laptop / Notebook
- Software Microsoft Word

- Software Lindo

3.2 Cara Kerja

3.2.1 Pengujian Bahan Pakan Secara Fisik

a.       Mengamati bahan pakan ternak  yang terdiri dari bahan pakan sumber protein, sumber energi, dan sumber mineral yang telah tesedia diatas meja.
b.      Melakukan pengujian pakan secara fisik dengan menggunakan indera tanpa alat bantu yang meliputi indera pengelihatan, penciuman, perasa, dan peraba
c.       Melakukan pengamatan menggunakan indera pengelihatan terhadap masing-masing bahan pakan standar melalui mata (view), yaitu berupa : warna, kecermelangan, bentuk, ukuran partikel, macam dan ada atau tidaknya pemalsuan.
d.      Melakukan pengamatan menggunkan indera penciuman terhadap masing-masing bahan pakan standar melalui hidung (smell), yaitu berupa : bau sedap, segar, manis, apek, kecut, tengik, busuk dan lain sebagainya.
e.       Melakukan pengamatan menggunakan indera perasa (pencicip) terhadap masing-masing bahan pakan standar melalui lidah (taste), yaitu berupa : rasa tawar, asin, ,manis, masam,dan sebagainya.
f.        Melakukan pengamatan menggunakan indera peraba terhadap masing-masing bahan pakan standar melalui tekanan/sentuhan ujung jari (touch), yaitu berupa : keras, rapuh, kenyal, lunak,lemas,dan lekat.

3.2.2 Formulasi Ransum

a.       Memilih bahan pakan yang diinginkan
b.      Menghidupkan laptop dan mengaktifkan software Microsoft Excel maupun Lindo
c.       Memasukkan data pada software Mic. Excel, kemudian menghitung formulasi yang diinginkan dengan menggunakan rumus sederhana excel.
d.      Memasukkan data pada software LINDO sesuai dengan tata cara penulisan, Kemudian klik slove. Hasil akhirnya akan muncul formulasi yang kita inginkan.



BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.  Hasil Percobaan Pengujian Pakan Secara Fisik

4.1.1        Pakan Sumber Energi

No
Nama Bahan Pakan
Bagian
Proses
Warna
Rasa
Bau
Tekstur
Kandungan   Nutrisi
Max Untuk Unggas
1
Jagung Pipil
Bulir jagung
Pemipilan
Orange
Tawar
Apek
Butiran
PK 9,0%
60-70%
2
TepungTapioka
Batang sagu
Penggilingan
Putih pucat
Tawar
Tengik
Halus
PK 2,2%
25%
3
Jagil Kasar
Bulir jagung
Penggilingan
Orange
Tawar
Apek
Kasar
Me 3,45 Kkal/g
60-70%
4
Jagil Halus
Bulir jagung
Penggilingan
Kuning
Tawar
Apek
Kasar
Me 3,45 Kkal/g
60-70%
5
Dedak Halus
Kulit ari   padi
Penggilingan
Coklat
Tawar
padi
Halus
PK 13 %
20%
6
Dedak Kasar
Kulit padi
Penggilingan
Coklat
Tawar
Tengik
Kasar
PK 8-10 %
20%
7
Molases
Tetes tebu
Fermentasi
Hitam
Manis
Harum
Cair
PK 3,1%
30%
Tabel 1Pakan Sumber Energi

Bahan-bahan pakan diatas merupakan bahan pakan sumber energy yang sangat dibutuhkan oleh ternak. Apabila tidak ada sumber energy pada suatu ternak akan menyebabkan ternak tersebut mati. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh (Fikar, 2010) yang menyatakan bahwa Ternak membutuhkan kandungan nutrisi yang lengkap berupa protein, energi, vitamin, mineral dan air untuk menunjang kebutuhan hidup pokok dan berproduksi. Semuanya ini dibutuhkan dalam jumlah yang seimbang dan tepat dalam makanan berupa ransum. Salah satu kandungan nutrisi yaitu energi. Energi berasal dari karbohidrat dan lemak yang berada di dalam makanan yang dimakan ternak, dan protein pun bila diperlukan dapat dirombak menjadi energi. Tanpa energi memang sulit bagi hewan untuk melakukan segala aktivitas dan bergerak. Dengan alasan tersebut, maka kehidupan ternak banyak tergantung pada energi. Jika di dalam tubuh ternak kekurangan energi, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak di beberapa bagian tubuh. Apabila cadangan dalam bentuk lemak tidak mencukupi karena cadangan berupa lemak habis, maka proteinpun akan dirombak menjadi energi. Jika kondisi semacam ini terjadi secara berkepanjangan, maka ternak akan menderita sakit dan bahkan bisa mati. Pakan sumber energi merupakan semua bahan pakan ternak yang mengandung serat kasar di bawah 18% dan protein kurang dari 20%.
Tanaman jagung termasuk jenis tanaman pangan yang diketahui banyak mengandung serat kasar dimana tersusun atas senyawa kompleks lignin, hemiselulose dan selulose (lignoselulose), dan masing-masing merupakan senyawa-senyawa yang potensial dapat dikonversi menjadi senyawa lain secara biologi.
Dedak Padi sebagai sumber energy memiliki serat kasar yang relatif sedikit besar, sehingga dapat di cerna ternak pada masa starter bisa mencapai 20% dan sedangkan untuk ayam broiler bisa di gunakan sebanyak 5%-20%. Dedak di proses menjadi 2 bentuk. Yang ke 1 dedak yang di proses menjadi dedak kasar dengan proses digiling menjadi kasar, yang ke 2 dedak yang di proses menjadi dedak halus dengan proses digiling menjadi halus. Bau pada dedak ialah apek karena berbauk tidak sedap. Warna pada dedak adalah kuning baik itu dedak halus maupun dedak kasar. Memiliki PK 8%-13% dan memiliki energi sebesar 1900-2200 kalori.
Molases merupakan hasil fermentasi dari tebu yang menghasilkan tetes tebu. Rasanya manis karena hampir sama dengan rasa gula, namun warnanya hitam kentas seperti kecap. Kandungan PK dalam molases adalah 3,1%.

4.1.2        Pakan Sumber Mineral

Nama Bahan Pakan
Bagian
Proses
Warna
Rasa
Bau
Tekstur
Kandungan   Nutrisi
Max Untuk Unggas
Garam Dapur
Air laut
Pengkristalan
Putih
Asin
Tidak ada
Kasar
Me 82 Kkal/g
1-2%
Tepung Lamtoro
Daun
Penggilingan
Hijau tua
Pahit
Segar
Kasar
Ca 25%
5%
Top Mix
-
Penggilingan
Coklat muda
Tawar
Harum
Halus
-
2%
Mineral
-
Penggilingan

Tawar
Tengik
Kasar
-
2%
Tabel 2 Pakan Sumber Mineral

Bahan pakan sumber mineral sangat penting bagi ternak. Apabila ternak kekurangan pakan sumber mineral maka akan menyebabkan terjadinya gangguan di dalam tulang ternak seperti kelumpuhan, dan masih banyak penyakit lain yang dapat ditimbulkan oleh kekurangan mineral terutama ternak unggas. Jadi pemberian mineral dalam jumlah tertentu akan sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan tulang pada ternak. Begitu juga dengan pemberian vitamin, walaupun pemberian nya dalam jumlah sedikit, tapi vitamin sangat berpengaruh pada system metabolisme ternak.

4.1.3        Pakan Sumber Protein

No
Nama Bahan Pakan
Bagian
Proses
Warna
Rasa
Bau
Tekstur
Kandungan Nutrisi
Max Untuk Unggas
1
CGM
Bulir jagung
Penggilingan
Orange
Tawar
Apek
Kasar
PK 62%
20%
2
BIS
Inti sawit
Penggilingan
Coklat tua
Tawar
Kecut
Kasar
PK 18-21%
30%
3
Bungkil Kelapa
Daging kelapa
Penggilingan
Coklat
Tawar
Tengik
Kasar
PK 20-22%
20%
4
MBM
Tulang dan daging
Penggilingan
Coklat
Asin
Busuk
Kasar
PK <55%
10%
5
Bungkil Kedelai
Kedelai
Penggilingan
Putih
Tawar
Sedap
Kasar
PK 40-48%
30%
6
Tepung Ikan
Ikan
Penggilingan
Coklat
Asin
Tengik
Kasar
PK 42-50%
Anak aym 10%, Layer 4-6%, finisher 8,4%
7
Susu Afkir
Susu
Penggilingan
Hijau muda
Enak
Harum
Halus
PK 25%
10%
8
KLK

Penggilingan
Coklat
Asin

Kasar
PK 32-40%

9
Pelet Sapi
Partikel

Coklat
Tawar

Rapuh


10
Pelet Kambing
Partikel

Coklat
Tawar

Rapuh


11
Pelet Babi
Partikel

Coklat
Tawar

Kasar



Tabel 3 Pakan Sumber Protein

Bahan pakan atau dulu disebut bahan makanan ternak (feed) adalah segala sesuatu yang dapat dimakan, dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, tanpa mengganggu kesehatan pemakannya, dan bermanfaat bagi pemakannya (Utomo et al., 2008). Bahan pakan adalah suatu bahan yang dapat dimakan oleh hewan ternak yang mengandung energi dan zat-zat gizi (atau keduanya) yang dibutuhkan tubuh ternak, menyatakan bahwa bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan, dapat diabsorbsi, bermanfaat bagi ternak dan tidak menganggu kesehatan ternak tersebut. Kualitas bahan pakan ditentukan oleh kandungan nutrien atau komposisi kimianya. (Utomo et al, 2008).
Ransum untuk ayam Kampung menyebutkan Bahan pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya dedak dan daun-daunan yang suka dimakan oleh ayam buras. Disamping itu bahan pakan nabati banyak pula yang mempunyai kandungan protein tinggi seperti seperti bungkil kelapa.bungkil kedele dan bahan pakan asal kacang-kacangan. Dan tentu saja kaya akan energi seperti jagung. Berikut penjelasan skilas tentang bahan pakan tersebut, (Salamah 2006).
Bahan – bahan di atas adalah bahan pakan sumber protein untuk ternak unggas maupun ternak ruminansia yaitu terdiri dari bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit, tepung ikan, MBM, CGM,konsentrat, dan pakan jadi. Dengan kadar protein yang berkisar 15-60 %, dan ini sangat bagus sebagai sumber protein bagi ternak terutama unggas yang menggunakan protein tersebut sebagai sumber protein.

4.2      Hasil Percobaan Praktikum Formulasi Ransum

4.2.1        Hasil Percobaan Metode Trial And Error

Formulasi Ransum Coba-coba PK22% dan ME 2800 kkal
NO
Nama Bahan Pakan
PK (%)
ME (kkal/kg)
Jumlah (Kg/%)
PK
ME
1
Bungkil Kedelai
45
2900
15
6,75
435
2
Tepung Ikan
55
2900
6
3,3
174
3
Bungkil Kelapa
20
1900
16
3,2
304
4
Bungkil Inti Sawit
18
1900
3
0,54
57
5
Tepung Daun Indigo
27
2100
17
4,59
357
6
Jagung Giling Kuning
8
3300
4
0,32
132
7
Dedak Padi
10
2200
10
1
220
8
Sorghum
10
3100
24
2,4
744
9
Molases
0
2100
0
0
0
10
Minyak Goreng
0
8000
5
0
400

Total


100
22,1
2823
Tabel 4 Formulasi Ransum Metode Coba-coba 1

            Pada pengujian yang pertama ini kami melakukan coba-coba dengan menggunakan Microsoft Excel dengan mencari kandungan PK dan ME yang mendekati dengan mengisi kolom jumlah (kg/%) dan tetap melihat kandungan maksimal yang bisa diberikan kepada ternak. Kami menyusun ransum ini dimulai dengan menentikan PK yang mendekati dengan yang ditentukan dan selanjutnya dilanjutkan dengan menentukan ME yang dibutuhkan. Untuk menaikkan ME bisa menggunakan Molases dan Minyak Goreng dengan kandungan PK 0 dan ME yang besar.

Formulasi Ransum Coba-coba PK22% dan ME 2800 kkal
NO
Nama Bahan Pakan
PK (%)
ME (kkal/kg)
Jumlah (Kg/%)
PK
ME
1
Bungkil Kedelai
45
2900
15
6,75
435
2
Tepung Ikan
55
2900
6
3,3
174
3
Bungkil Kelapa
20
1900
14
2,8
266
4
Bungkil Inti Sawit
18
1900
5
0,9
95
5
Tepung Daun Indigo
27
2100
17
4,59
357
6
Jagung Giling Kuning
8
3300
4
0,32
132
7
Dedak Padi
10
2200
4
0,4
88
8
Sorghum
10
3100
30
3
930
9
Molases
0
2100
1
0
21
10
Minyak Goreng
0
8000
4
0
320

Total


100
22,06
2818
Tabel 5 Formulasi Ransum Metode Coba-coba 2

            Percobaan kedua tetap mencari PK dan ME yang mendekati dengan yang ditentukan dengan ketelitian lebih lagi sehingga menghasilkan nilai yang tidak terlalu jauh dengan target yang ditentukan. Beginilah menggunakan metode trial and error, dalam pengulangan kami melakukan tiga kali pengulangan pada setiap kandungan PK dan ME yang sama hingga menemukan yang paling sedikit selisihnya dengan PK dan ME yang ditentukan.

Untuk Melihat Full Documentnya bisa diDownload di Bawah Ini:
Download PDF:
Download DOC:

1 komentar:

  1. Mohon maaf sobat semua, Laporannya tidak bisa ditampilkan Full karena Sudah mencapai Batas Maksimum. Jika nanti banyak sobat-sobat yang Request untuk memposting seluruh isi Laporannya, maka akan saya buatkan Portingan sambungan Laporan ini.

    Di atas juga sudah saya sediakan link downloadnya, jadi sobat tidak perlu khawatir tidak membaca seluruh laporan saya. terima kasih sudah berkunjung.

    BalasHapus

Mohon untuk menggunakan kata yang tidak menyinggung unsur SARA. Dan juga tidak menggunakan unsur Phornography. Terima kasih telah mengikuti aturan dalam website ini.

Terima Kasih
Dwi Sulistiyo

@sulistiyo_27